Arsitektur informasi merupakan fondasi yang menentukan bagaimana konten sebuah situs rumah sakit disusun, dikelompokkan, dan ditemukan oleh pengunjung. Struktur yang baik memungkinkan pasien menemukan informasi seperti layanan medis www.shantimultispecialityhospital.com, dokter, fasilitas, jadwal, lokasi, dan kontak dengan lebih cepat. Perancangan ulang arsitektur informasi dapat menjadi langkah strategis ketika struktur situs lama terasa rumit atau tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Mengenal Pendekatan Card Sorting
Card sorting adalah metode penelitian pengguna yang digunakan untuk memahami bagaimana seseorang mengelompokkan informasi berdasarkan persepsi dan kebutuhannya. Dalam metode ini, peserta diberikan sejumlah kartu yang mewakili halaman atau jenis informasi tertentu. Peserta kemudian diminta mengelompokkan kartu tersebut ke dalam kategori yang dianggap paling masuk akal sehingga pengelola situs memperoleh gambaran mengenai pola navigasi yang lebih intuitif.
Alasan Rumah Sakit Membutuhkan Card Sorting
Situs rumah sakit memiliki konten yang cukup kompleks karena mencakup berbagai layanan dan kebutuhan pasien. Pengunjung dapat datang untuk mencari dokter tertentu, memahami suatu layanan, melihat informasi fasilitas, atau mengetahui cara membuat janji. Tanpa struktur yang tepat, banyaknya informasi dapat menyebabkan pengguna membutuhkan beberapa langkah sebelum menemukan halaman yang dicari. Card sorting membantu menguji struktur tersebut berdasarkan perspektif pengguna.
Menentukan Tujuan Sebelum Penelitian
Sebelum melakukan card sorting, tujuan penelitian perlu ditentukan secara spesifik. Tujuan dapat berupa penyederhanaan menu utama, pengelompokan layanan kesehatan, perbaikan navigasi dokter, atau pengurangan jumlah langkah menuju halaman penting. Tujuan yang jelas membantu tim menentukan kartu yang relevan dan memilih peserta yang sesuai dengan karakteristik pengguna situs rumah sakit.
Menentukan Informasi yang Akan Dikelompokkan
Kartu dalam penelitian dapat mewakili berbagai halaman yang terdapat pada situs. Contohnya termasuk layanan medis, daftar dokter, spesialisasi, fasilitas rumah sakit, informasi pasien, berita kesehatan, lokasi, kontak, serta informasi pendaftaran. Setiap kartu sebaiknya menggunakan nama yang mudah dipahami sehingga peserta dapat mengelompokkannya berdasarkan makna, bukan berdasarkan istilah teknis yang dibuat oleh tim pengembang.
Memilih Peserta yang Relevan
Peserta card sorting sebaiknya mewakili kelompok pengguna yang menjadi sasaran utama situs. Pasien baru, pasien lama, anggota keluarga pasien, atau calon pengguna layanan dapat memiliki pola pencarian informasi yang berbeda. Melibatkan beberapa karakteristik pengguna membantu tim memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai cara masyarakat memahami kategori informasi kesehatan.
Menggunakan Open Card Sorting
Open card sorting memberikan kebebasan kepada peserta untuk membuat kategori sendiri. Metode ini berguna ketika tim belum mengetahui struktur navigasi yang paling sesuai. Peserta tidak hanya mengelompokkan kartu, tetapi juga memberikan nama untuk setiap kelompok. Hasilnya dapat menunjukkan istilah yang secara alami digunakan pengguna ketika memahami layanan dan informasi rumah sakit.
Menerapkan Closed Card Sorting
Closed card sorting menggunakan kategori yang telah ditentukan sebelumnya. Peserta diminta memasukkan kartu ke dalam kelompok yang tersedia. Pendekatan ini dapat digunakan ketika rumah sakit sudah mempunyai struktur navigasi tertentu dan ingin menguji apakah halaman yang ada benar-benar sesuai dengan kategori tersebut. Hasil penelitian dapat membantu mengidentifikasi kartu yang sulit ditempatkan atau kategori yang terlalu luas.
Menganalisis Pola Pengelompokan
Setelah proses card sorting selesai, hasilnya perlu dianalisis untuk menemukan pola pengelompokan yang berulang. Apabila banyak peserta menempatkan sejumlah halaman pada kelompok yang sama, terdapat indikasi bahwa hubungan tersebut mudah dipahami pengguna. Sebaliknya, kartu yang sering berpindah kategori dapat menunjukkan adanya ambiguitas dalam penamaan atau struktur informasi.
Menentukan Kategori Navigasi Utama
Data hasil penelitian kemudian dapat digunakan untuk merancang kategori navigasi utama. Situs rumah sakit umumnya membutuhkan akses yang jelas menuju informasi layanan, dokter, fasilitas, informasi pasien, dan kontak. Namun, kategori akhir sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan struktur organisasi internal rumah sakit. Kebutuhan pengguna perlu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan susunan menu.
Menyederhanakan Menu Situs
Perancangan ulang juga dapat menjadi kesempatan untuk mengurangi menu yang terlalu banyak. Menu dengan terlalu banyak pilihan dapat membuat pengguna kesulitan menentukan langkah berikutnya. Dengan menggabungkan halaman yang memiliki hubungan erat dan menghapus pengelompokan yang tidak memberikan nilai tambah, struktur situs dapat menjadi lebih ringkas tanpa menghilangkan informasi penting.
Membuat Navigasi Berdasarkan Kebutuhan Pasien
Navigasi situs rumah sakit sebaiknya menggunakan istilah yang mudah dipahami masyarakat umum. Nama kategori yang terlalu teknis dapat menciptakan hambatan bagi pengguna yang tidak memiliki latar belakang medis. Jika terdapat istilah medis yang memang diperlukan, istilah tersebut dapat disertai penjelasan atau ditempatkan dalam konteks yang membantu pengunjung memahami maksud halaman.
Menghubungkan Dokter dan Layanan
Hubungan antara profil dokter dan layanan medis juga perlu diperhatikan dalam arsitektur informasi. Pengunjung yang mencari layanan tertentu mungkin ingin mengetahui dokter yang menyediakan layanan tersebut. Sebaliknya, seseorang yang mencari nama dokter mungkin ingin mengetahui bidang keahlian dan layanan yang berkaitan. Struktur internal yang saling terhubung membuat perjalanan pengguna menjadi lebih logis.
Mempertimbangkan Perangkat Mobile
Arsitektur informasi yang terlihat baik pada komputer belum tentu nyaman digunakan pada smartphone. Menu mobile memiliki ruang layar yang lebih terbatas sehingga kategori harus dibuat ringkas dan mudah dipindai. Perancangan ulang sebaiknya menguji navigasi pada perangkat berbeda agar pengguna dapat menemukan informasi penting tanpa harus melakukan terlalu banyak interaksi.
Mendukung Optimasi Mesin Pencari
Struktur informasi yang jelas juga dapat memberikan manfaat bagi SEO. Pengelompokan halaman yang logis membantu mesin pencari memahami hubungan antara layanan, dokter, fasilitas, dan konten pendukung. URL, heading, internal linking, breadcrumb, serta struktur kategori perlu dibuat selaras dengan arsitektur informasi. Namun, optimasi mesin pencari tetap perlu dilakukan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.
Melakukan Pengujian Setelah Perancangan
Card sorting bukan tahap akhir dari proses perancangan. Setelah struktur baru dibuat, tim sebaiknya melakukan pengujian navigasi untuk mengetahui apakah pengguna dapat menemukan informasi tertentu dengan mudah. Hasil pengujian dapat digunakan untuk memperbaiki nama kategori, posisi menu, hubungan ant halaman, dan urutan navigasi sebelum struktur diterapkan secara menyeluruh.
Mengukur Keberhasilan Arsitektur Baru
Keberhasilan perancangan ulang dapat dipantau menggunakan sejumlah indikator, seperti keberhasilan pengguna menemukan halaman tertentu, jumlah langkah navigasi, penggunaan pencarian internal, serta interaksi dengan halaman layanan dan dokter. Data analitik dapat memberikan informasi tambahan mengenai perilaku pengunjung setelah struktur baru diterapkan. Pemantauan tersebut memungkinkan perbaikan dilakukan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.
Kesimpulan Perancangan Berbasis Card Sorting
Perancangan ulang arsitektur informasi situs rumah sakit dengan pendekatan card sorting memberikan cara sistematis untuk memahami bagaimana pengguna mengelompokkan dan mencari informasi. Metode ini dapat membantu membangun navigasi yang lebih logis, menyederhanakan kategori, memperjelas hubungan dokter dan layanan, serta mendukung struktur SEO yang lebih terorganisasi. Dengan menggabungkan penelitian pengguna, pengujian navigasi, dan evaluasi data setelah peluncuran, situs rumah sakit dapat memiliki arsitektur informasi yang lebih mudah dipahami dan digunakan.
